Selasa, 27 November 2012

Tidak lagi.


Hari ini 22 oktober 2012 kembali sesenggukan di mushola pasca lantai 3. Bada ashar ini serasa lebih dekat denganNya. Inikah caraMu Ya Allah?? Saking kebangetennya aku sampe2 ketidaknyamanan sedang menghantuiku saat ini.  wa’fu’annaa, waghfirlanaa. Maafkanlah, ampunilah.

Ujian. Aljabar linear.

Sejatinya, ada banyak amanah dari sebuah ujian. Dua diantaranya, amanah orangtua dan amanah masyarakat. Jadii, kalo sampe gak bisa ngerjain soal ujian berarti ingkar amanah. Benarkah?? Dan salah seorang temankuu mengiyakan. Huaaaa. 
Aku bilang kalo aku punya banyak waktu, aku juga bilang kalo kerjaanku sebatas lingkungan kampus. Ibu percayakan sepenuhnya untukku belajar, membebaskan dari kerjaan untuk income. Teman-temanku merelakan untukku berjuang, karena sejatinya apa yang aku lakukan seperti ini SEHARUSNYA adalah sebuah perjuangan pula. 

Hari ini, aku??haaaaa.  

Allahumma anta robbi laailaahailla anta kholaqtani, wa ana ‘abduka wa anna ‘alaa ngahdika wawa’dika mastato’tu, a’uu dhubika min syarrima shona’tu abuu ulaka binikmatika ‘alayya abuu ulaka bidzambi faghfirli fainnahuu laa yaghfirudzdzunuu ba illa anta.

Takutku, Nanti.



Sekilas cerita.

Haqi. Sekarang udah kelas 5. Tepat 4 tahun yang lalu memulai kehidupan dengan ibu&2orang sodaranya. Si bapak?? Kawin lagi. Entah apa yang dirasa seorang wanita sampai mereka gak mau dipoligami. Haqi ini sepupuku. Bapaknya om-ku. Ibunya juga bulek-ku. Tentunya aku gak menyalahkan kenapa si om harus suka wanita lain. Gitu juga sama bulek yang gak mau dimadu.

Di lain tempat ...

Mba retno. Anak teman bapak. Udah kaya sodara sendiri. Ditinggal mati suaminya, kecelakaan saat harus tugas kerja ke semarang. Mba retno ini lagi hamil 7 bulan. Ini kehamilan pertama, pun usia pernikahan yang belom genap 1 tahun.

Yang kaya gini yang terkadang bikin takut, suatu saat mungkinkah terjadi dalam hidup??

Rimaaaaaaa,, nikah itu bukan perkara mudah. Banyak hal yang harus dipersiapkan. Pun label istri sudah dipatenkan, bukan berarti harus ketergantungan dengan suami. Mandiri secara finansial. Kalo sekarang untuk orang tua, suatu saat nanti juga untuk suami. Belom lagii untuk sebuah amanah, seorang dua orang atau berapa orang yang akan Allah percayakan. "Jangan meninggalkan anakmu dalam keadaan lemah. baik lemah iman, lemah ilmu, dan yang lain-lain". 

“Robbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrota a’yun waj’alna lil muttaqiina imaama”

Penguatan diri, bahwa hidup di dunia iniii harus kuat iman, kuat ilmu, dan kuat harta *kalo yg ini ngutip statusnya temen hehe* Semangat berproses rima :)